Halo dari Malang

8 April 2017
Adalah hari pertama kami jalan-jalan di Malang. Petama kali tiba langsung exited, Malang adem banget. Sepanjang jalan saya sibuk menghitung ada berapa banyak yang jualan bakso gak penting banget sebenarnya hahaha. Jadi berdasarkan kabar-kabar yang saya dengar selama ini, Malang terkenal dengan baksonya kalau soal kuliner. Kami tidak berencana untuk lama-lama di kota Malang, soalnya sebenarnya tujuan kami kesini adalah Jogja. Tapi sekalian mampir ke beberapa kota dulu. And here we go. Berikut adalah tempat-tempat yang sempat saya, Pio dan Pika kunjungi saat ke Malang

Halo dari Malang

Kampung Warna Warni Jodipan

Tempat ini adalah destinasi pertama yang kami datangi karena tempatnya berada di sekitar kota dan kami berencana wisata kota dulu sekalian kulineran di Malang. Kami bertiga baru pertama kali ke Malang. Jadi benar-benar mengandalkan apa kata orang dan foto-foto di Instagram. Nah berdasarkan akun-akun traveller kota Malang kami ketemu tempat bernama Jodipan yang kalau di foto cantik sekali. Dalam perjalanan menuju Jodipan yang terletak di Kelurahan Jodipan. Mas Grab kami bertanya begini “Mau ngapain ke Jodipan Mbak?”. Masnya bicara seperti itu setelah tahu kami ini berasal dari luar kota. Wih kami bertiga langsung pesimis. Jangan-jangan Jodipan tidak secantik foto-foto di instagram. OMG.

Kampung warna warni Jodipan
Kampung warna warni Jodipan

Kampung Warna Warni Jodipan diapit dua pintu masuk. Pintu masuk sebelah kanan bersampingan dengan mural ucapan selamat datang. Kami masuk melalui pintu sebelah kiri jembatan, sebelum berfoto ria dulu di jembatan Sungai Brantas berlatar perkampungan yang di cat warna warni. Jodipan juga disebut Kampung Tridi, tiket masuknya Rp. 2000 plus dapat souvenir. Kampung Wisata Jodipan diresmikan pada September 2016. Ide keren dari sekelompok mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang yang bikin kami berdecak kagum. Kampung yang tadinya biasa saja jadi tampak cantik dan menarik wisatawan untuk berkunjung.

Kampung Jodipan

Kami berkeliling foto sana sini, bagi yang suka dinding berlatar cantik dan unik pokoknya harus kesini. Ide-ide gambar di dinding juga kreatif sekali. Bukan cuma dicat warna warni tapi ada mural, quote-quote keren, umbul-umbul dan barang-barang hasil kerajinan warga yang bisa dibawa pulang buat oleh-oleh. Ke Malang? Mampir sini deh serius, arealnya tidak begitu luas jadi tidak akan sampai ngos-ngosan jalan. Tapi lorongnya agak berliku kayak masalah hidup gapapa kan? Hihihi

Kampung Warna Warni Malang
Kampung Tridi Malang

Wisata Kota Batu

Sebagian besar orang yang berkunjung ke Malang mau ke Kota Batu. Kota Batu dijuluki kota wisata saking banyaknya pilihan tempat wisata di sini. Tapi jangan kecewa yah, Karena kami bertiga kesini cuma sebentar. Saking banyaknya tempat di sini kami bingung mau kemana dengan durasi waktu cuma sehari. Ada jatim park 1 yang memiliki 36 wahana, jatimpark 2 sekitar 50 wahana edukatif dan 21 macam area khusus anak-anak, ada batu night spectakuler, berbagai museum, green park dan zona Hollywood. Wahana di Kota Batu ini cocok untuk yang mau travelling keluarga, gak cocok untuk yang tujuannya mau berkeluarga *Lah*.

Bianglala Kota Batu Malang

Kami berkunjung ke Kota Batu hari minggu, jadi ya ramai dong. Mampir ke Alun-alun Kota Batu buat sewa motor dan naik wahana bianglala. Kapan terakhir kali naik bianglala? Saya SD kayaknya, sudah lama sekali dan sudah lupa rasanya. Tiket naik bianglala Rp. 6.500 dan kami menyewa motor matic dengan biaya 50.000 per 12 jam untuk berkeliling. Kami bertiga cuma sempat keliling-keliling dan mampir di Omah Kayu. Omah kayu atau rumah pohon atau wisata Paralayang terletak di Desa Pandesari Kecamatan Pujon. Kami membayar tiket Rp. 10.000 dan parkir motor Rp. 3.000.

Omah kayu Malang
Omah Kayu Malang

Masuk ke Omah Kayu kita bisa langsung melihat pemandangan kota Malang dari ketinggian plus bisa main paralayang atau terjun payung yang kelihatannya seruuuu bangeeeet. Pas ditanya mau naik paralayang apa nggak. Kami bertiga langsung jawab No dengan helaan nafas panjang. Yaiya, biaya naik paralayang Rp. 350.000 , itu mah hampir setengah harga tiket pulang, bhay. Rumah pohon di Omah Kayu didesain full dengan bagan baku dari kayu, dimana terdapat 6 unit , masing masing unit mempunyai luas 3 x 2 x 2 meter. Kece buat berfoto dan menikmati pemandangan Kota Malang. Omah Kayu sih pasti cantik sekali dinikmati malam-malam, Rumah kayu ini memasang tarif Rp. 350.000 untuk menginap satu malam.

Omah Kayu Malang

Kulineran di Malang

Malang ini memang terkenal dengan baksonya yang enak. Setelah beberapa hari di Malang, kami dapat banyak rekomendasi tempat buat makan bakso yang enak di sini. Salah satunya adalah bakso president. Kami ketemu rekomendasi buat makan di sini dari Mas Grab yang mengantar di hari pertama, dan kesanalah kami. Bakso president terletak di Jl. Batanghari, dan uniknya berada di pinggiran rel kereta. Pas sampai ke sini, antriannya panjaaang sekali. Sebagai yang paling muda, Pio mengambil antrian, Saya dan Pika duduk manis di kursi beberapa meter dari rel kereta. Meskipun antri panjang, baksonya cepat datangnya.

Bakso President Malang

Tidak sampai ber jam-jam kami sudah bisa menikmati bakso kuah yang saya pesan dan bakso goreng yang Pio pesan. Jadi ternyata memang benar, bakso president ini memang enaknya bukan cuma kata orang. Lagi sementara makan tiba-tiba wuuuuush kereta api melintas kencang. Kami bertiga antara kaget, kagum dan norak langsung stop makan dan kagum lihat kereta api melintas beberapa meter dekat tempat kami duduk. Bakso President yang kami anggap enak sekali itu ternyata tidak ada apa-apanya. Setiba di Rumah Ima, Ibunya ngomong begini “Memangnya di sana enak? Biasa saja kayaknya”.

Ada kereta melintas, wuuush

Besoknya kami diajak ke Bakso Cak Man, yang katanya bakso paling enak di Malang. Bakso Cak Man ini memang bakso paling enak yang pernah saya makan. Ada banyak jenis bakso yang disediakan juga tambahan berupa bakwan, paru, ati, tahu, siomay, usus ayam, telur, bahkan lontong. Pengunjung bebas mengambil sendiri pilihan baksonya sebelum dicampur kuah dan segala macam. Jangan heran tapi ya kalau menemukan bakso ini di kotamu, Bakso Cakman ini juga sudah punya cabang di beberapa kota seperti Jakarta, Jogja, Kediri, Samarinda dan Makassar. Tapi yah menikmati bakso Cak Man langsung dari Malang memang paling juaraa.

Bakso Cak Man

Meskipun Cuma sebentar di Malang, kami bertiga sangat excited untuk suatu saat nanti kembali lagi ke sini. Udaranya yang adem, baksonya yang enak, dan kota yang punya banyak taman, ini favorit banget sih. Nah beruntungnya kami datang bertepatan dengan hari jadi Malang yang diselenggarakan di taman depan stasiun Kota Baru. Kami datang dong, menikmati suasana malam Malang dan sekalian bergaul hihihi. Sebelum pulang juga kami sempat-sempatnya diajak keliling kota Malang, mampir di beberapa alun-alun Malang.

Salah satu taman di Malang

Saya baru sadar, di Malang ini kayaknya kami sudah hampir mendatangi semua alun-alun termasuk yang saya ceritakan di postingan sebelumnya disini. Kami berkeliling diajakin sama orangtua Ima. Kata mereka, kami harus lihat betapa Malang itu kota yang sangat membuat nyaman. Lah memang iya, duduk-duduk santai di taman lihat mobil lalu lalang, anak muda berkumpul, udaranya segar.. Ahhh Malang. Tapi perjalanan harus dilanjutkan kembali, traveler alun-alun ini jadwalnya padat huahaha. Besoknya, kami sudah harus ke stasiun pukul 07.00 WIB untuk berangkat ke Solo. Yeay yeay.

Ketinggian Kota Malang, di dalam bianglala

16 thoughts on “Halo dari Malang

    1. Saya malah nda pernah kepikiran mau jalan2 ke sini, tapi sekalian mampir dan ternyata seruuuu.

  1. dehhh malang memang kereeennn,, smoga kesampean juga bisa jalan2 ke kampung warna warni itu kece nya tawwa ide para mahasiswa di sana.

  2. Aaaaakh kenapa kampung Jodipan itu lucuuuk sekali siiih ah :’ hihihi mau ke Malang. Mau Baksonya juga. Cak Man sepertinya buka cabang di JCM Jogja nggak sih? Aku kayak pernah denger :’

    Sini ke Jogja, Neng wkkw

    1. Atuhlah ke Malang aja motoran gitu seru pasti.. Iya jadi bakso Cak Man ini banyak cabangnya.

      Ini lagi otw nulis tentang jogja hihihi

  3. Aku dong belum pernah ke Malang 😂😂, dan belum ada rencana pengen ke sana. Cukup baca tulisan Tari ini, sepertinya sudah cukup mewakili rasa ingin tahu saya tentang Malang. Kalau bicara Malang, yang terbersit di kepala pasti bakso malang. Makanan kaporit saya dari dulu. Bungkus satu ya, campur nggak pake mie 😅✌️.

    1. Dari dulu juga belum ada rencana mau ke Malang, tapi pas ke sini eh malah ga mau pulang 😂😂

      Bakso Malang memang paliing juara, tapi neng teh bukan tukang bakso teteh 😂😂

  4. Bagian “Memangnya di sana enak? Biasa saja kayaknya” itu sarkasnya ibuku bangett! hahaha

    Baca ini jadi brasa ikutan excited soal malang deh, dirimu sukses menceritakannya dengan keseruaaan :))

    1. Hahaha sarkas sih tapi asique diajak makan di cak Man dan memang beneran enaaak..

      ikuti terus keseruan 3 perempuan lets get lost ini yaw~

    1. Iyaaa.. saya pertama kali ke Malang excited, tidak pernah punya keinginan ke sini tapi bgitu kesini langsung malas pulang hahaha

  5. Sebagai orang yang jarang travelling, hanya iri (dan sedikit bumbu dengki) yang bisa saya rasakan ketika melihat Tari bisa jalan-jalan hahahaha.

    Katanya temanku toh, bakso Makassar bede memang memiliki asal muasal yang sama dengan bakso Malang. Bisa dibilang, bakso yang kebanyakan dijual di Makassar masih keturunan bakso Malang yang melakukan adaptasi dan telah beranak pinak di sini. Adaptasi itu kemudian menjadi padu setelah bakso Malang menyatu dengan kecap cap kelapa dan sambal adinata.

    Lah ini kenapa jadi komen soal bakso -___-

    1. Saya rasa pendapat saudara tidak sepadan dengan foto2 pantai di instagram yg saudara post.. haha

      Ini kok jadi bahas peranakan bakso.. Saya baru tahu silsilah bakso ada hubungannya dengan kecap yang menemaninya. hmm mungkin bisa kita kaji bersama di forum-forum yg lebih serius..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *