Jalan Sehari di Semarang

Gimana rasanya kalau dikasi waktu jalan-jalan di kota orang tapi cuma sehari?
Memangnya bisa jalan-jalan keliling kota tapi cuma sehari? Bisa dong. Kunjungan kali pertama saya ke Semarang disponsori acara keren Famtrip Blogger 2017. Acaranya berlangsung selama 3 hari  dengan agenda yang telah diemailkan sebelumnya. Pada badan email juga disebutkan peserta bisa extend tiket pesawat alias jadwal keberangkatan bisa dimajukan atau dimundurkan. Ya, saya jadinya bimbang dan galau. Kalau ikut acaranya sudah pasti mau, tapi rasanya sayang sekali kalau pulang di hari selesainya acara.
Ga bisa kelayapan sendiri dong
Mau cobain kesana sini tapi ga ada di list acara
Hal yang membuat saya bimbang dan galau adalah kalau memperpanjang jadwal harus nginap dimana dan ada agenda di hari selasa yang susah ditinggalkan –selayaknya kenangan–. Mau dimajukan juga bertabrakan dengan agenda lainnya. Jadi, saya hanya punya satu hari di hari terakhir yang memungkinkan untuk kelayapan. Fix saya memilih penerbangan malam hari pukul 20.00 wita jadi saya punya waktu keliling Semarang seharian. Malam hari setelah acara selesai saya menyusun rencana sambil melihat-lihat tourism map dari Dinas Pariwisata Semarang. Peta wisata ini sangat memudahkan saya melihat tempat-tempat yang bisa dijangkau dalam sekali jalan atau sehari jalan. Daaaan ini dia 5 tempat yang¬†saya datangi untuk jalan sehari di Semarang.
1. Lawang Sewu
Mainstream sih, tapi bagi saya yang pertama kali ke Semarang tempat ini harus saya datangi. Selain itu setelah melihat peta wisata, tempat ini jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari hotel saya menginap, hotel Pandanaran. Tapi saya tidak jalan kaki (haha), saya memilih naik gojek dengan tarif Rp.4000. Tiba di Lawang Sewu seperti biasa saya ribet, setelah bayar gojek masukin dompet, keluarkan kamera dari tasnya, masukkan tas kamera ke dalam tas, kalungkan kamera, ambil handphone, lupa masuknya harus bayar ambil jadi dompet keluarkan uang, masukkan dompet ke tas. Sudah terbiasa ribet seperti itu (HAHA). Lawang sewu at the first sight bikin jatuh cinta. Warnanya dominasi putih bikin betah keliling dan pokoknya saya suka. Sebagai tipikal yang tidak begitu suka museum, saya mengecualikan Lawang Sewu. Meskipun mainstream dan ramai, lain waktu saya akan berkunjung ke sini lagi.
Lawang Sewu
Lawang Sewu
2. Heritage
Setelah berkeliling selama dua jam, saya memesan gojek ke jl. Puspowarno raya. Tempat ini mungkin hanya rekomendasi untuk cewek-cewek, apalagi yang suka tas lucu dari _heritage (akun instagram). Sejak dulu saya suka sekali sama tas-tas ransel buatan mereka. Beberapa kali cari teman buat pesan soalnya mahal di ongkir sist, tapi sering batal pesan. Nah karena outlet mereka cuma ada di semarang, melipirlah saya ke outlet lucu ini. Saya sampai merepotkan mas gojeknya untuk bantu cari alamatnya, dan ketemu. Nah akibat bikin instastory lagi belanja di sini, saya yang tadinya sudah beli trus pulang, harus balik lagi ke sini karena ada 4 orang yang nitip mau dibeliin tas (huh).
Outlet Heritage
3. Mesjid Agung Jawa Tengah
Dari semua tempat di Semarang, destinasi satu ini yang jadi favorit saya. Soalnya sudah sejak dulu menjadikan tempat ini bucket list. Setelah belanja di Heritage, kembali naik gojek ke Mesjid Agung yang ditempuh selama hampir 20 menit. Saya memang mengatur agar tiba di tempat ini saat waktu duhur. Areal Mesjid Agung luas sekali. Saya diturunkan di depan pintu masuk areal dan berjalan kaki masuk sejauh 25 meter. Selama berjalan kaki tiba-tiba pengen nangis Allahuakbar, bersyukur masih bisa merasakan betapa besar kuasa Allah Swt melalui mesjid ini.
Mesjid Agung Jawa Tengah
Mesjid Agung berdiri di atas lahan 10 hektare . Aduh saya suka banget tempatnya, meskipun Semarang cuacanya panas, namun di Mesjid Agung angin bertiup semilir. Ada banyak bus pariwisata yang hilir mudik tapi pas masuk ke dalam mesjid, tidak begitu ramai (krik krik). Kalau dilihat-lihat, lebih banyak yang nyaman di luar dibanding ngadem di dalam (nyinyir mode on :D). Setelah shalat duhur dan keliling sekitar mesjid saya kembali melanjutkan acara pesan memesan gojek ke destinasi selanjutnya.
4. Kota Lama
Pukul 13.30 wib saya berhasil menemukan driver gojek yang bersedia mengantar ke kawasan kota lama. Saya minta diturunkan di depan Kokakola (Kawasan klitikan antik kota lama). Bagi saya penyuka sesuatu yang vintage, ini bikin betaaah. Selesai mengelilingi Kokakola, saya melipir ke taman kota lama dan kembali menyusuri vintage shop sepanjang taman. Di kota lama, tidak ada loket tiket, tapi untuk kamu yang ingin berkunjung ke sini sebaiknya siapkan uang (seikhlasnya) untuk dimasukkan ke beberapa spot foto sebagai infaq.
Kota Lama Semarang
Kawasan Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt dengan luas sekitar 31 hektare. Dari kondisi geografi, kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya, sehingga terlihat seperti kota tersendiri. Kawasan Kota Lama mendapat julukan “Little Netherland”. Saya baru sadar berjalan sangat lama setelah merasa betis mulai protes, pegeel. Seperti halnya vintage, bangunan-bangunan tua juga favorit saya. Teman di Bandung sampai pernah berkata begini Berkali kali ke Bandung, ngapain sik tiap datang ke Braga mulu. Yah gimana ya Kak, kalau udah suka ya gitu~
Kawasan klitikan antik kota lama
5. Strada Coffee
Setelah capek sendiri keliling kota lama, saatnya cari asupan kafein (sok2an). Rencananya mau sekalian ketemu sama teman di kota sini, dan lokasi coffeeshop ini strategis antara tempat nginap dan kantornya. Saya memesan hot latte dan mengambil tempat duduk di depan kaca menghadap jalan raya. Kebanyakan pengunjung yang datang berusia 24-60 tahun. Dari menu-menu yang dipesan mayoritas pengunjung, saya malah melihat tempat ini lebih cocok disebut restoran. Eh tapi kopinya enak, saya suka. Harganya juga tidak semahal penampakan cafe dan style pengunjung. Cafe latte seharga 25.000 trus dikasi cofffee card, sticker dan voucher spa. Ini kayak pesan paket apaa gitu.
Hot Latte
Selain rasa kopinya, saya juga suka suasana di sini. Kursi dan meja dibuat agak dekat sehingga orang-orang yang ngobrol akan sungkan bersuara keras, musiknya ala-ala italia dan pas masuk aroma kopi langsung memenuhi penciuman saya. Apalagi saya duduk di dekat roaster yang sepertinya baru selesai digunakan. Karena saya dikasi coffee card, jadi next time saya akan mampir sini lagi.
Strada Coffee Semarang || instagram.com/stradacoffee.id/
Jalan-jalan sehari bisa kan? Pasti bisa. Untuk mengefektifkan waktu, sebelum hari jalan sehari tiba sebaiknya susun dulu tempat-tempat yang kamu mau. Jangan lupa untuk melihat jarak yang harus ditempuh, jangan sampai satu destinasi membatalkan destinasi lainnya karena kejebak macet atau drama perjalanan. Jangan lupa makan selama jalan-jalan dan bawa selalu air putih yah. Enaknya jalan sendiri dan sehari itu kita jadi bisa memaksimalkan waktu, tanpa saling tunggu dan tidak pakai drama mau kemana sama siapa. Tapi gak enaknya juga ada dong. Mau foto susah, harus tunggu ada yang lewat trus minta difotokan, atau selfie (tapi aku sering awkwrd kalo selfie). Jadi, mau jalan sehari kemana nih?
Semarang Tourism Map

2 thoughts on “Jalan Sehari di Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *