Kenapa Sih Harus Nonton Filosofi Kopi 2?

Pasca lebaran, seperti biasa akan bermunculan film-film keren. Sejak ramadhan saya kangen sekali nonton bioskop dan ke toko buku. Baru kesampean kemarin saat nonton gala premier Filosofi Kopi 2, salah satu film yang saya tunggu-tunggu. Filosofi Kopi 2 merupakan pengembangan karakter Ben dan Jody dari cerpen yang dibuat oleh Dewi Lestari yang sebenarnya telah selesai di Film Filosofi Kopi yang pertama. Sebagai sebuah sekuel, Filosofi Kopi 2 adalah film yang sangat manis dan recommendedΒ untuk kamu tonton.

Gala premiere Filosofi Kopi 2; Ben dan Jody diselenggarakan di Trans Studio Mall Makassar. Chicco Jerikho (Ben) dan Rio Dewanto (Jody) serta Luna Maya (Tarra) menyapa kami sebelum film dimulai. Mereka bercerita sedikit mengenai film yang juga mengambil kota Makassar sebagai latar cerita. Sambutan mereka bertiga ditutup manis dengan pesan kebaikan bahwa dengan membeli tiket nonton Filosofi Kopi 2 ini, maka kalian ikut menyumbang satu benih kopi untuk petani Indonesia. Keren kan?

Film dimulai dengan pemandangan indah Ben dan rambut gonrongnya yang menggemaskan. Ben dan Jody, dua sahabat yang menikmati hari-hari berkeliling membagikan kopi bersama rekan-rekannya dengan mobil combi sebagai coffeeshop keliling. Mereka lantas harus berhenti karena suatu keadaan dan merasa terpanggil kembali untuk membuka kedai kopi di Melawai. Kedai filosofi Kopi kembali hidup melalui pertemuan Ben dan Jody dengan Tarra. Membuka kedai yang awalnya menjadi penyelesaian masalah yang mereka hadapi justru menjadi satu masalah panjang untuk hubungan persahabatan Ben dan Jody. Masalah apa? Ya apalagi kalau bukan soal cinta.

Setelah menonton Filosofi Kopi 2 ini, apa yang terlintas di kepala saya adalah orang-orang dibalik film ini sangat handal menciptakan chemistry dan dynamic relationship dalam film ini. Honestly saya lebih suka Filosofi Kopi 2 ini dibanding film sebelumnya. Dinamika penceritaannya lebih beragam dan lebih dewasa. Gila yah, urusan perkopian bisa jadi kompleks begini. Nadine Alexandra sebagai Brie adalah karakter favorit saya di film ini. Saya pokoknya suka sekali dengan karakternya.

Kehadiran Tarra dan Brie dalam Filosofi Kopi 2 bukan sekadar sebagai pemanis. Konflik yang terjadi pada mereka benar-benar mengaduk-aduk mood saya selama menonton. Sedih, senang dan romantisnya kalau diibaratkan kopi benar-benar pas takaran dan suhunya (Kayak ngerti kopi aja sih). Anyway, meskipun film ini mostly membahas kopi tapi tetap asyik meskipun kita tidak tahu-menahu soal kopi. Justru dari film ini, kita jadi lebih paham dan menghargai tentang kopi dan hal-hal sebelum kopi tersaji di depan kita.

Film bagus versi saya adalah film yang setelah saya tonton masih membuat kepikiran hingga beberapa hari setelahnya. Iya gengs, saya kepikiran terus dengan beberapa adegan dan sukses bikin saya nonton lagi film pertamanya. Saya kepikiran terus sama Ben *eh. Eh serius nih, untuk para cewek-cewek yang suka cowok gondrong semacam Ben, film ini sangat menyegarkan mata. Entah ada berapa scene saya gemas pengen merapikan rambut Ben. Gemas sekali.

Blogger Makassar di Gala Premier Filosofi Kopi 2

Sekali lagi Ben dan Jody ini chemistrynya kuat sekali. Filosofi Kopi 2 Bukan cuma soal bikin kopi dan menikmati kopi namun juga soal perjuangan petani dalam menanam kopi. Ah iya, saya hampir lupa. Musik dan lagu-lagu di film ini keren-keren abis. Apalagi Ben dan Jody ikut menyanyi lagu “Sahabat Sejati”, seruu. Filosofi Kopi 2 akan rilis tayang pada 13 Juli 2017. Film yang saya rekomendasikan untuk kamu yang selalu bilang film Indonesia gak ada yang bagus. Film yang cocok ditonton dua sampai tiga kali, kalau ada yang traktir hihihi.

FILOSOFI KOPI 2: BEN & JODY – OFFICIAL TRAILER

19 thoughts on “Kenapa Sih Harus Nonton Filosofi Kopi 2?

  1. Waduh saingan guweh nih, kira2 Ben bakalan pilih siapa ya kalau kita maju buat sisirin rambutnya πŸ˜…. Ohhh Ben, rambut mu itu lhooo. Apasih sampoo nya ?

    1. Wah pastinya pilih yang mirip2 sama Brie lah teh.. yaitu adalah saya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ’•πŸ’•

    1. Iyaa.. Nadine ini cocok sekali memerankan Barista.. dari style sampai gesture oke banget.. Padahal katanya justru gak bisa minum kopi. Aktingnya lumayan banget.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *