Memperbaiki Letak Kekecewaan

Hiks..

Saya lagi sedih banget ini, saya lagi kecewa. Kamu pernah kecewa? Meskipun kita kecewa akan sesuatu yang berbeda tapi tetap saja kamu yang sudah pernah kecewa pasti tahu kecewa itu sangat tidak enak. Kita anggap saja kecewa itu ada dua jenis. Pertama, Kecewa kepada sesama manusia. Oh wajar, sebagai manusia yang saling berinteraksi dan bergantung satu sama lain, adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan paling bisa membuat kita kecewa. Kedua kecewa kepada Allah SWT. Oh bentar dulu, sepertinya kita harus memperbaiki letak kekecewaan itu.

Iya, saya sedang merasa kecewa, kecewa kepada keadaaan. Di timeline media sosial, saya melihat ada teman yang sepertinya sedang merasa kecewa juga. Ia menulis panjang status betapa ia sangat kecewa dan terpuruk atas keadaan. Pengharapan untuk melanjutkan pendidikan belum diberi jalan oleh Allah. Saya yakin ia pasti menaruh usaha yang besar atas hal ini sehingga kekecewaan yang ia terima juga sangat besar.

Saya baru berencana untuk memberi dia semangat, ia mengirim pesan berupa sticker di media sosial Line, pertanda dia butuh cerita. Tadinya saya pikir saya akan membalas dengan Untung kamu belum lulus, kalau lulus trus saya kangen gimana? atau Mungkin disuruh nikah dulu biar ada mahram di sana. Tapi kok saya malah mengetik kata-kata nasihat yang sangat bijak. Kalimat yang mungkin akan dia pahami sebagai seorang muslimah dan menguatkannya dengan logika yang saya sampaikan. Setelah selesai saling berkirim pesan saya membaca kembali apa yang sudah saya ketik dan akhirnya menangis sendiri (cengeng banget yak huhu). Saya lupa bahwa selama ini saya juga telah merasa kecewa pada Allah SWT padahal siapalah saya yang pantas merasa seperti itu.

Kalau kamu sedang kecewa karena merasa Allah SWT belum mendengar doamu maka mungkin ini bisa sedikit membantu.

Dari Ali bin Abi Thalib berkata seperti ini “Saya meminta sesuatu kepada Allah. Jika Allah mengabulkannya untuk saya maka saya gembira SEKALI saja. Namun, jika Allah tidak memberikannya kepada saya maka saya gembira SEPULUH kali lipat. Sebab, yang pertama itu pilihan saya. Sedangkan yang kedua itu pilihan Allah SWT.”

Kita cuma tahu apa yang kita mau dan inginkan tapi tidak benar-benar tahu apa yang kita butuhkan. Bisajadi pengharapan yang kita ucapkan dikabulkan dalam bentuk yang lain. Teman saya pernah bilang begini waktu kami sedang naik motor bareng-bareng. Kalau kamu berdoa Tar, tapi kamu merasa belum dikabulkan mungkin Allah ganti dengan keselamatan yang selalu kita dapatkan saat berkendara misalnya. Saya menanggapinya cuma haha hihi tapi bikin saya selalu kepikiran. Iya yah, saya sering bertanya-tanya doa siapa dan doa yang mana yang membuat saya selalu dilimpahkan kesehatan dan keselamatan.

Allah SWT akan selalu mengabulkan doa kita. Hanya kita saja yg tidak tahu kapan terkabulnya dan dalam bentuk apa terkabulnya doa kita. Karena Allah SWT tidak pernah terburu-buru dan tidak pernah terlambat memberikan segala sesuatu. Dan Allah SWT pun Maha Mengetahui apa yang kita butuhkan, karenanya Allah SWT akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200)

Kita semua harus sabar dan kuat, beban yang lebih berat yang Allah berikan tentu karena kita punya bahu yang kuat untuk menanggung beban tersebut. Tentu kamu masih ingat bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan kecuali jika ummatnya mampu. Masya Allah, jika cobaannya seberat ini Allah pasti berpikir kita sedemikian kuat. Naik level lah kak dengan menyelesaikan skenario yang Allah telah susun.

Kalau kata Cak Nun (Emha Ainun Najib), jadikan doamu sebagai salah satu cara menyapa Tuhan. Jangan sampai doa kita jadikan hanya sebagai sarana ‘menyuruh’ Tuhan agar mewujudkan keinginan-keinginan kita…

Emangnya kita siapa mau menyuruh Allah? Dengar suara adzan tapi masih mainin hp, masih suka kelelep liat cogan (cowok ganteng), kalau ketemu teman cewek masih suka ngomongin orang . Lo aja kali tar 😂😂 Iya iya misalnya seperti itu. Berdoa itu ibadah kak, cara kita berkomunikasi dengan Tuha sang Maha Pencipta. Jangan jadikan doa sebagai sarana meminta saja. Berdoa agar kita senantiasa merasa dekat.

Terakhir kutipan ini favorit saya, sejak SMP sudah saya tuliskan di binder belajar, saya tempel di dinding kamar dan semoga swnantiasa saya ingat bahkan dalam keadaan paling jatuh sekalipun.

boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216).

Keep istiqamah yah Kak 🙂

2 thoughts on “Memperbaiki Letak Kekecewaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *