Mengurus e-KTP yang hilang

Saya memang ahli soal lupa menaruh barang dan sangat sedih mengakui itu. Kebiasaan terburu-buru dan mengerjakan banyak hal sekaligus membuat saya susah fokus dan ujung-ujungnya kadang lupa menaruh barang. Sebulan terakhir, saya baru sadar e-KTP di dompet saya sudah tak ada. Entah kapan tepatnya KTP tersebut tidak lagi di dompet, intinya saya akhirnya benar-benar menyadari KTP tersebut hilang setelah mencari kesana kemari dan membongkar semua tas di kamar.

Kartu Tanda Penduduk elektronik atau electronic-KTP (e-KTP) saya buat pada tahun lalu. Meskipun sudah memiliki e-KTP, kadang saya masih menggunakan KTP lama yang masa berlakunya masih hingga bulan oktober tahun ini. Anehnya, beberapa hal yang saya urus yang membutuhkan KTP tidak pernah menanyakan apakah saya memiliki KTP elektronik atau tidak. Setiap urusan lancar-lancar saja. Mungkin, ini karena belum setiap orang memiliki e-KTP. Belakangan, terdengar kabar angin yang mengatakan bahwa warga yang tidak memiliki e-KTP per oktober 2016 akan dipersulit dalam pengurusan berbagai hal.

43278fc06805d9c8496d1fb9c0a77be1.jpg

Bukan hanya karena berita tersebut saya memutuskan kembali ke kampung halaman untuk mengurus kembali e-KTP yang telah hilang tadi. Sebagai warga Indonesia yang baik, sudah sepatutnya saya memiliki e-KTP, ya siapa tahu besok-besok ada yang mengajak melakukan pengurusan di KUA, kan repot kalau tak punya e-KTP. Singkat cerita saya akhirnya mulai melakukan pengurusan terhadap kartu tanda pengenal yang sebelumnya telah hilang. Pengurusan dimulai dengan membuat surat keterangan hilang di kantor polisi setempat.

Setelah mengantongi surat keterangan hilang, selanjutnya saya berpindah ke kantor kelurahan desa tempat tinggal saya. Di Kantor Desa, saya diberi surat pengantar untuk mendapatkan KTP. Syarat untuk mendapatkan surat pengantar dan surat keterangan hilang adalah harus memperlihatkan copyan dari kartu keluarga. Surat pengantar yang saya ajukan dibuat dengan cepat, tidak sampai 30 menit urusan di kantor desa selesai dan sayapun diminta segera ke Dinas Pendudukan & Catatan Sipil Kabupaten Pinrang untuk menyelesaikan proses pembuatan e-KTP tersebut.

Saya tiba di kantor kependudukan pukul 11.20 wita, suasana ramai terlihat di sekitar ruangan. Selain kabar bahwa warga yang tidak memiliki e-KTP akan dipersulit, saya juga sempat mendengar kabar dari tetangga bahwa pengurusan e-KTP bulan September dan seterusnya akan dikenakan biaya. Hal ini bisa jadi juga menjadi pemantik warga di Pinrang berbondong-bondong mengurus e-KTP. Setelah mengambil nomor antrian, tak lama setelahnya nomor saya dipanggil. Lampiran surat keterangan hilang, kartu keluarga, dan surat pengantar dari kelurahan diperiksa secara teliti. saya diminta duduk kembali menunggu proses pembuatan e-KTP yang saya ajukan.

20160824_102254

Ruang tunggu kantor kependudukan sangat ramai, hampir tidak ada kursi tunggu yang tersisa. Di sisi kanan, terlihat seorang laki-laki paruh baya bertugas mengambil foto dan melakukan scan sidik jari. Dua wanita di sisi depan sibuk menerima e-KTP yang telah selesai dan memanggil satu persatu antrian. sedangkan di sisi kanan juga sibuk dengan aktivitas melayani warga. Setelah menunggu sekira 20 menit, nama saya dipanggil. Tanpa harus melakukan foto kembali, e-KTP saya telah jadi. Tahap terakhir adalah melakukan scan tanda tangan dan scan jari telunjuk. Tahapan selesai dan saya bisa membawa pulang e-KTP saya tanpa biaya sepeserpun.

Saya melihat jam tangan di pergelangan. Wow, tidak sampai setengah hari urusan e-KTP yang pernah hilang sudah selesai saya urus sendiri. Kartu tersebut saya masukkan ke dompet sambil memperingati diri sendiri agar tidak ceroboh lagi menghilangkan barang-barang tersebut. Mengurus e-KTP yang telah hilang ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Asal kita mengikuti prosedur yang ada, semuanya akan lancar-lancar saja. Apalagi untuk urusan e-KTP ini harus dilakukan sendiri sebab prosedurnya mengharuskan untuk scan tanda tangan dan sidik jari. Mudah, bukan?

1472292931193

One thought on “Mengurus e-KTP yang hilang

  1. wih begitu paeng di’
    saya kalau ngurus ssuaitu begini yg di kecamatan/kelurahan apalagi capil, minta bantuan keluarga wkwkwkwkkw jgn di tiru :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *