Weny Mukaddas : Independent woman, daydreamer, nerd librarian

Tiga rentetan kata di judul sepertinya mewakili seorang Weny Mukaddas. Waw keren. Ah iya.. kami belum kenal sebelumnya. Belum sempat berkenalan, mungkin pernah bertemu beberapa kali namun tidak saling tahu. Jadi, biarkan saya mengajak berkenalan dengan cara paling romantis *tsaaah. Melalui tulisan review baku tulis senin kamis ini. Mengapa romantis?…

Matamatahari, penghimpun dongeng

Saya lebih dulu mengenal @matamatahari di twitter dibanding bertemu langsung dengan Andi. Nasr Otto, laki-laki yang lebih akrab disapa na’. kami kemudian sering bertemu di acara-acara komunitas, jarang saling menyapa namun saya tahu kak na’ adalah seseorang yang ramah meskipun sering dilabeli sebagai laki-laki yang tidak punya hati hihihi. Saya…

Merdeka : Senyum Tanpa Rasa Lapar

Bangun pagi adalah cobaan tersendiri untuk saya yang biasanya tidur menjelang pagi dan terbiasa memulai aktivitas di siang atau sore hari apalagi di hari senin di tanggal merah. Tapi, pagi itu hari senin tanggal 17 agustus 2015 atas nama nasionalisme (ceileh) dan janji saya untuk ikut partisipasi bersama teman-teman, maka…

Ian yang mana?

Writing is easy. All you have to do is cross out the wrong words (Mark Twain) Kalimat tersebut menjadi ucapan selamat datang ketika mengunjungi blog mzuh.wordpress.com. pemilik blog dengan nama lengkap Muhammad Zia Ul haq yang lebih akrab disapa Ian tersebut mulai membuat blog pada tahun 2011. Bagi saya, membaca…

Ibu dan Pohon Halaman Belakang

Ia masih terduduk sepi di sudut ruang keluarga. Matanya berkaca-kaca sejak ayahnya menyeret paksa ibunya ke halaman. Saking kasarnya, potret keluarga dan foto masa kecilnya berjatuhan ke lantai. Hujan terus turun dan Ia tetap terduduk di sana, setidaknya ia tak menangis. Ya karena ia laki-laki, maka menurutnya ia tak boleh…