5 Keinginan Masa Kecil yang (belum) Tercapai

Masa kecil kurang bahagia mungkin menjadi salah satu istilah yang ramai orang pakai ketika melihat orang dewasa bersikap atau melakukan hal kekanakan. Apa yang salah dengan melakukan hal yang anak-anak lakukan? Kecuali jika melakukannya di depan calon mertua. Well, itu terhitung salah. Istilah yang sering menjadi bahan bercandaan tersebut tidak lagi lucu ketika tanpa sengaja mengatakannya kepada seseorang yang memang tidak memiliki masa kanak-kanak yang bahagia, toh tidak semua orang masa kecilnya bahagia. Tapi, apa mungkin setiap orang punya impian saat masih kecil? Saya punya! Berikut adalah 5 hal yang paling saya ingat yang menjadi impian saat kecil dahulu.
1. Menjadi Dokter
Saat masih kecil, menjadi dokter, guru dan polisi adalah cita-cita yang mainstream. Oleh karena iming-iming guru saat masih SD, di kepala saya terbentuk sebuah keinginan menjadi dokter, Keinginan yang sepertinya sudah mustahil untuk tercapai saat ini. Karena keinginan tersebut, saya dan beberapa anak tetangga lainnya sering berteaterikal main dokter-dokteran. Ada yang mengambil peran sebagai dokter, pasien, dan ambulans dengan suara wiu wiu dan kardus yang dibentuk seperti mobil. Peran tersebut kerap kami lakukan dan tidak membosankan sama sekali. Sinetron di televisi hanya mengajari kami bahwa tugas dokter adalah mengoperasi, kemudian pasiennya hilang ingatan. Begitu terus setiap kami melakukan peran tersebut. Setelah remaja saya baru tahu, bahkan melihat darah pun saya tak sanggup, mendengar suara kecelakaan depan rumah saya sudah gemetaran dan menolak ikut menonton. Sejak itu, saya tahu menjadi dokter tak semudah retorika guru di sekolah.
2. Menjadi Barbie
Saya termasuk anak minggu pagi. Anak minggu pagi di sini maksudnya adalah anak-anak yang bangun pagi di hari minggu untuk menonton serial kartun. Saya masih ingat beberapa serial kartun favorit yang membuat rajin bangun pagi di hari minggu. Rudi chalk zone, scooby doo, tom & jerry dan tentu saja serial Barbie. Meski berulang dengan cerita yang sama, serial barbie bagi saya tidak pernah membosankan. Begitu juga dengan serial kartun lain yang meskipun diulang dengan cerita yang sama, selalu membuat betah untuk menyimak per adegan setiap cerita. Entah hanya saya yang merasakan hal ini, namun setiap selesai menonton serial barbie saya selalu merasa ingin bertindak dan berbicara selayaknya barbie. Mulai dari cara berjalan yang perlahan, tegap muka saat berbicara, bahkan berdansa.. ya saya dulu sangat ingin pandai berdansa. Bahkan kadang berfikir bahwa mungkin semak belukar nun jauh belakang rumah merupakan jalan menuju ke alam lain. Namun, saya selalu tersadar setiap bangun pagi di hari senin dan menghadapi upacara bendera.

barbie
3. Menjadi Chef
Selain permainan yang sifatnya kelaki-lakian, saat kecil saya suka bergabung dengan anak-anak yang bermain masak-masak. Saya suka dengan peralatan main meliputi kompor, mangkuk, gelas dan pisau. Semua terlihat sangat nyata dan membuat kami bebas membanting-banting tanpa omelan orangtua, beda jika melakukannya di dapur sendiri. Saya suka bagian memotong-motong bunga atau daun liar di halaman sekolah dan mencampurnya ke dalam mangkuk. Lalu kami duduk berhadapan bersulang dengan gelas kecil imut yang isinya pura-pura kami minum, kadang sampai tumpah di seragam sekolah yang putih. Menjelang remaja, saya sadar pekerjaan masak-memasak bukan hal yang mudah. Selain membuat lelah dan kerap ceroboh, saya tidak begitu suka disuruh memasak. Namun, terlahir sebagai anak sulung perempuan adalah harga mati harus bisa memasak. Jadi, saya bisa memasak kalau di rumah saja (alasaaan).

4. Wanita yang Kuat
Superwoman adalah karakter favorit saya saat masih kanak-kanak, mungkin berawal dari seringnya menonton serial saras 008. Melihat perempuan bertarung melawan penjahat menjadi scene favorit saat menonton TV. Saya kagum pada perempuan yang kuat, yang selalu berhasil membantu orang-orang yang menghadapi penjahat, yang datang dengan topeng dan wuuuush sekali melempar benda semua penjahatpun terkapar. Saya hidup dalam imajinasi bahwa perempuan dengan kekuatan super memang ada dan semua perempuan bisa menjadi kuat seperti itu. Jadilah saya sering bermain, pura-pura berkelahi dengan adik bungsu laki-laki yang pada akhirnya lebih sering berakhir dengan perkelahian sungguhan (hihi). Angkatan 90-an pasti tahu dan mungkin beberapa sangat hapal dengan gerakan pamungkas Saras 008 melawan penjahat. Menjelang dewasa saya tersadar, menjadi wanita kuat memang penting adanya untuk menyelamatkan kita dari penjahat, penjahat hati #Tarisalahfokus.
saras
5. Menikah
Semoga bukan hanya saya, tapi permainan menikah memang cukup populer di jaman saya masih kanak-kanak. Saya dan teman-teman sering saling membagi peran sebagai suami, isteri dan anak. Kami saat itu masih kurang paham tentang hubungan menikah dimana suami isteri belum memiliki anak saat menikah. Kami sebatas tahu bahwa dalam keluarga ada ayah, ibu dan anak. Pemilihan peran cukup random, kami sepakat menjadikan anak perempuan yang memakai baju paling bagus sebagai pengantin perempuan. Tidak ada cie.. cie di antara kami saat itu, kami hanya tahu bahwa permainan tersebut jadi menyenangkan karena kami akan membuang bunga kepada dua orang yang mengambil peran menikah. Menjadi peran pengantin perempuan sangat menyenangkan, dihias bunga-bunga di kepala, dilempar beragam bunga, semua terasa menyenangkan. Beranjak dewasa kami akhirnya tahu, menikah bukan hanya soal memilih bunga apa yang cocok sebagai flower crown di kepala.

married
5 hal di atas adalah sebagian kecil keinginan masa kecil yang (belum) terlaksana. Sebagai kanak-kanak pada masanya, dahulu keinginan-keinginan tersebut dengan mudah bisa dilakukan. Di sekolah, di halaman rumah atau di rumah teman. Keinginan yang pada masa sekarang serba rumit untuk dilakukan. 5 keinginan di atas saya sebut sebagai keinginan masa kecil yang belum tercapai, keinginan yang bisajadi memang ingin dicapai, atau hanya bagian dari masa kanak-kanak yang sudah dicapai.

Tulisan diikutkan dalam #tantangan5 #KMkepo

5 thoughts on “5 Keinginan Masa Kecil yang (belum) Tercapai

  1. Jaman kecil saya main jadi pengantin yang ditabur-taburin bunga lengkap dengan lagunya 🎼 hambur-hambur bunga, bunga orang kawin, siapa mau kawin? “Anu” dengan “anu” 🎵 hahaha…

  2. Saya juga mau jadi barbieee…
    Mau jadi dokter, mau jadi penyanyi dan bintang film, dan mau menikahhh… tapii… yah belum terlaksana..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *